-
Dewan Guru dan Staff
Mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevalusi peserta didik
-
Duta Prestasi Mifda
Siswa-siswi meraih prestasi dalam Kompetisi Seni dan Olahraga dalama rangka HAB Kemenag Ke-75 Kab. Nganjuk Tahun 2020
-
Pembiasaan Sholat Dhuha Berjamaah
Mengawali pembelajaran dengan beribadah kemudian dilanjutkan dengan baca tulis Al-Qur`an, Do`a belajar dan hafalan surat-surat pendek
-
Jum`at Bersih dan Sehat
Kegiatan Jum’at Bersih dan sehat Sebagai Aternatif Peningkatan Kebugaran Peserta Didik di Madrasah mulai dari senam pagi, bersih lingkungan dan makan-minum sehat bersama
-
Ekstrakulikuler Marching Band
Kegiatan Ekstrakulikuler sebagai wadah pengembangan potensi siswa secara optimal dan terpadu yang meliputi bakat, minat, dan kreativitas. Selain Marching Band masih ada banyak lagi ekstrakulikuler yang dapat dipilih siswa sesuia minat dan bakat siswa.
PROFIL MADRASAH IBTIDAIYAH MIFTAHUL HUDA
Sejarah Singkat MI Miftahul Huda
Mendidik Dengan Kasih Sayang
orang tua yang mempunyai anak yang pencapaian akademiknya rendah masih menaruh harapan tinggi kepada anaknya. senakal apapun anaknya ia masih meyakini bahwa anaknya adalah seorang anak istimewa. Kenapa orangtua mempunyai pandangan tersebut? Ya, kerana ia memandang dengan penuh kasih sayang. Begitulah sewajarnya pandangan seorang pendidik terhadap pelajar-pelajarnya. Kasih-sayang menjadi obat untuk menghilangkan rasa lelah letih dalam mendidik.
Kasih sayang memberikan pengaruh timbal balik dalam hubungan antara guru dan pelajar. Jika seseorang guru, tidak mempunyai perasaan kasih terhadap anak didiknya maka bagaimana mungkin ia mampu membentuk dan membimbing mereka. Karena itu, kasih sayang memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan, dan dikategorikan sebagai salah satu faktor utama dalam pendidikan dan dalam membangun hubungan/interaksi yang harmonis antara pendidik dan anak didiknya.
Pendidikan yang menggunakan pendekatan kasih sayang merupakan kaidah pendidikan terbaik karena sistem hubungan ini merupakan fitrah dan serasi dengan jiwa manusia.
Kasih sayang begitu penting karena ia memicu ketaatan dan kebersamaan. Dalam hal ini Nabi saw bersabda: “Seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang dicintainya.” Antara kasih sayang dan ketaatan memiliki ikatan kebersamaan. Yakni, kasih sayang akan mewujudkan ketaatan dan kebersamaan. Ketika kasih sayang orang guru tertanam dalam sanubari pelajar-pelajar maka mereka akan menjadi penurut dan pengikut gurunya. Buah dari kasih sayang guru ini akan membuat pelajar-pelajar tidak mudah mengabaikan tanggung jawab dan tugas yang diamanahkan kepada mereka.
Begitu penting peranan kasih sayang dalam pengembangan ruh dan keseimbangan jiwa pelajar-pelajar. Teguh tidaknya pendirian dan kebaikan perilaku seorang pelajar bergantung banyak sejauh mana kasih sayang yang diterimanya selama masa pendidikan. Kondisi keluarga yang penuh dengan kasih sayang menyebabkan kelembutan sikap pelajar-pelajar. Anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang dan perhatian akan memiliki kepribadian yang mulia, suka mencintai orang lain dan berperilaku baik dalam masyarakat. Kehangatan cinta dan kasih sayang yang diterima pelajar-pelajar akan menjadikan kehidupan mereka bermakna, membangkitkan semangat, melejitkan potensi dan bakat yang terpendam, serta mendorong untuk bekerja/berusaha secara kreatif.
Kasih sayang merupakan sumber pendidikan jiwa. Bukanlah perkara mudah mengubah hati yang keras menjadi lembut, namun kasih sayang telah terbukti menjadi resep yang manjur dalam mengarahkan hati seseorang dan mengawalnya serta mampu mencegahnya dari perbuatan-perbuatan tercela dan hina. Bahkan kasih sayang dapat menyulap manusia yang semula tampak sederhana dan kurang diperhitungkan menjadi insan seutuhnya, jujur dan benar.
Imam Ja'far ash-Shadiq berkata: "Kasih sayang Allah begitu mengakar dan berbekas dalam diri manusia. Ketika Allah mencintai hamba-Nya maka Ia mengilhamkan ketaatan, menamkan sifaf qanaah (rela dengan segala pemberian Allah dan selalu merasa cukup) dan menjadikannya alim dalam urusan agama.” Guru yang mampu menjalin persahabatan dengan pelajarnya secara baik dan membangun komunikasi timbal balik dengan sehat adalah guru yang berkesan. Guru seperti ini biasanya mudah mengarahkan dan mendidik pelajar-pelajarnya.
Nabi Muhammad saw bersabda: "Bukanlah termasuk golongan kami seseorang yang tidak menyayangi anak-anak kecil dan tidak menghormati yang lebih tua."
Tidak ragu lagi kaidah yang paling berpengaruh dan efektif dalam pendidikan adalah pendekatan kasih sayang. Sebab kasih sayang memiliki daya tarikan dan pendorong akhlak yang baik serta memberikan ketenangan kepada pelajar yang bermasalah sekalipun.










