Sejarah Singkat MI Miftahul Huda







Secara historis, berdirinya MI Miftahul Huda tidak lepas dari peran serta pengurus Ta’mir Masjid “Al-Asykandariyah” Dusun Jabon Wetan Desa Pandantoyo yang dimotori oleh Bpk. KH. Romelan selaku Kepala Madrasah pertama, bersama pengurus ta’mir masjid serta tokoh masyarakat  saat itu mendirikan MI yang pertama kalinya yang bertempat di serambi Masjid sejak Th. 1976 s.d 1979, yang kemudian pindah ke rumah Bapak H. Romelan (Th. 1979 - 1982)

Atas jasa Pemerintah Desa Pandantoyo, dibawah kepemimpinan Kepala Desa (Alm.) Bpk. MASRAN, MI MIFDA mendapat wakaf tanah seluas 629 M2 di sebelah barat lapangan desa Pandantoyo untuk didirikan bangunan Madrasah (hingga saat ini)

MI Miftahul Huda pertama kali berdiri sekedar menjadi lembaga nonformal yang masuk sore, menjadi lembaga penyeimbang pendidikan anak yang paginya mengenyam pendidikan formal di SD, yang dianggap kurang dalam hal pendidikan agama.

Pada Tahun 2006, melalui keputusan musyawarah yayasan disepakati MI Miftahul Huda bermetamorfosa menjadi lembaga formal yang masuk pagi, hal ini tidak lepas adanya keputusan pemerintah terkait lembaga pendidikan formal dan non-formal, khususnya madrasah ibtidaiyah.
Dengan keberanian, tekat dan rasa optimistis bersandarkan do’a, Tahun Pelajaran 2006-2007 dinyatakan tonggak awal sejarah baru MI Miftahul Huda.

Bukan suatu perkara mudah mendapat kepercayaan masyarakat, bahkan suara-suara minor acap kali terdengar, mencibir dan rasa tidak percaya kalau MI Mifda mampu mempertahankan eksistensinya apalagi menjadi lembaga yang bermutu.

Dari hal ini lah, dibawah pimpinan Bpk. MH. Hasan Ansori (Ketua yayasan kedua) dan Bpk. M. Musyafak, S.Ag (Kepala Madrasah pertama) mencoba membuktikan diri dengan dukungan “relawan2” muda. dengan jumlah siswa pertama 9 orang yang akhirnya menjadi 13 siswa (Alumni Angkatan I).

Berdasarkan statistik perkembangan jumlah siswa dari tahun ketahun, menunjukan peningkatan yang signifikan. hal ini tidak lepas karena adanya dukungan masyarakat, komite madrasah, orang tua serta prestasi-prestasi siswa yang ditorehkan dalam setiap even lomba. Adapun jumlah siswa sampai Tahun Pelajaran 2015-2016 sebanyak 435 siswa.

Sungguh suatu pekerjaan yang tidak mudah untuk mempertahankan prestasi apalagi meningkatkannya. MI Mifda saat ini terus belajar dan terus berbenah, menata diri untuk menjadi lembaga yang lebih baik lagi kedepannya.
Besar harapan kami, MI Mifda mampu memberi warna dalam pendidikan Islam berhaluan Ahlussunnah Wal Jama’ah sebagai persembahan putra-putri bangsa untuk negeri tercinta.

Sumber : Interview Para Pendiri.
(@ “MA”)
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Labels